03 Mei 2015
Minggu pagi yang mendung dimulai dengan bercerita pada seorang kawan yang sebetulnya punya banyak kesamaan. Sama-sama penyayang kucing, sama-sama single, sama-sama pelupa urusan sepele bahkan untuk urusan menaruh benda sederhana, senang menulis, sama-sama senang membuat cita-cita yang saking banyaknya entah yang mana yang harus diwujudkan pertama. Ya, sama...hampir banyak kesamaan tapi ada satu yg membedakan dia melakukannya dengan giat setiap hari dan aku malas semaunya (hahahaha).
Beberapa hari lalu aku menjajikan mengepak buku yg ku pinjam dan sebuah tas yg sudah ku setujui untuk dijahit dikirm melalui jasa pengirimian. Mengingat jarak tempuh rumah kami
masing-masing yang sama-sama diujung belahan dunia keluar dari peta bandung (lebay). Tapi karena badan ku mendadak sakit dua hari lalu, yang kulakukan lebih banyak berbaring dan tiduran di kamar.
"Mbae tas nya baru aku pack. Kemarenan dua hari sakit jadi cuma baringan dan tidur doank kerjanya."
masing-masing yang sama-sama diujung belahan dunia keluar dari peta bandung (lebay). Tapi karena badan ku mendadak sakit dua hari lalu, yang kulakukan lebih banyak berbaring dan tiduran di kamar.
"Mbae tas nya baru aku pack. Kemarenan dua hari sakit jadi cuma baringan dan tidur doank kerjanya."
Caraku memanggilnya memang selalu begitu, Mbae. Karena kami sama-sama orang jawa, biarpun si mbae ini sudah lama tinggal dibandung sejak kuliah dan aku pun sedari kecil lahir dan besar disini.
"Hidih.. Laen sakit meureun. Stres"
"Hahahaha lelah merindukan seseekor sepertinya"
"Sarua jeung Ria. Bikin blog gih."
"Aku punya blog tapi ga pernah diisi apa-apa, bingung kalau mau nulis mulainya dari mana."
"Da menulis dan membaca itu seperti olah raga. Kalau lama ga dilakukan susah lagi memulainya. Musti dipaksa." tulisnya.
Seperti diingatkan kembali pada kebiasaan lama yang menjadi salah satu hobi favorit ketika tak ada uang semasa sekolah, hanya sekedar melepas penat datang kesebuah toko buku besar dan duduk berjam-jam membaca buku disana. Sepertinya sudah lama sekali.
Lalu tiba pada sebuah ingatan yang sudah lama pula, sepatu dan celana training olah raga. Dua barang yang sengaja kubeli saat masih bekerja di apotik. Aku membeli keduanya untuk memulai rutinitas olah raga yang sudah lama kutinggalkan sejak kuliah. Tapi sepertinya aku tak pernah memulai, hanya sesekali ketika bersemangat dan lupa kembali saat tak ada semangat yang lebih kalah dengan rasa kantuk karena harus bangun dipagi buta untuk memulainya.
Alasan memang selalu ada, karena ia mudah dicari. Apalagi untuk tukang ngeles macam diriku ini (hahahaha). Tinggal lah sepatu itu kini hanya jadi sepatu yang berfungsi pada kebutuhan untuk sekedar dipakai dan ganti-ganti sepatu saat berjalan-jalan dan celana training pun kini berubah fungsi menjadi celana tidur setiap hari.
Meski berganti peran tapi setidaknya yah nggak sia-sia juga aku beli.
Minggu pagi yg biasa saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar