Senin, 04 Mei 2015

Sirkuit Dan Roda Balap Moto GP

Sejarah Moto GP

Pertama kali mendengar kalimat Moto GP tentu yang terlintas dipikiran adalah balapan motor internasional yang bergengsi. Entah sejak kapan aku mulai suka menonton pertandingan balapan ini. Sampai akhirnya tertarik menulis sedikit tentang sejarah awal mula lahirnya pertandingan berkelas dunia ini.

Balapan Moto GP sendiri dimulai tahun 1949. Saat itu awal dikenal dengan sebutan Grand
prix Gp internasional. Pada masa itu Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) badan tertinggi di dunia yang mengurusi hal-hal seputar sepeda motor menyelenggarakan kejuaraan balap motor dunia disetiap even untuk berbagai kelas. Kelas-kelas yang diikutkan pada saat itu adalah 50cc, 125cc dan 250cc, 350cc dan 500cc.

Memasuki awal tahun 1950-an hingga sepanjang 1960-an motor bermesin 4 tak berhasil menguasai semua kelas balapan. Diakhir tahun 1960-an motor bermesin 2 tak mulai masuk dan menguasai kelas-kelas kecil. Sampai ditahun 1970-an motor bermesin 2 tak benar-benar menguasai semua kelas dan sukses menyingkirkan motor bermesin 4 tak dari sirkuit balapan.

Ditahun 1983, kelas 350cc akhirnya dihapuskan. Kelas 50cc lalu digantikan oleh kelas 80cc ditahun 1984, tetapi kelas yang sering didominasi oleh pembalap dari Spanyol dan Italia ini akhirnya ditiadakan ditahun 1990 hingga menyisakan kelas 125cc, 250cc, dan kelas 500cc.

Pembalap pertama yang menjuarai kejuaraan grand prix internasional saat itu adalah Robert Leslie Graham (Leslie Graham) yang lahir di Wallasey, Inggris 14 September 1911. Ia menjuarai grand prix 500cc dengan motor AJS buatan Wolverhampton, Inggris perusahaan A.J. Stevens & Co.Ltd yang lahir diakhir 1909.

          


Era perubahan GP 500cc pun dimulai tahun 2002. Tahun 2002 sampai 2006 untuk pertama kalinya pabrikan diizinkan untuk memperbesar kapasitas total mesin khusus untuk mesin 4 tak menjadi maksimum 990cc, dan berubah menjadi 800cc di tahun 2007. Pabrikan juga diberi kebebasan untuk memilih jumlah silinder yang digunakan dengan batas berat tertentu. Dengan dibolehkannya motor 4 tak ber-cc besar tersebut mengukit balapan, kelas GP 500 diubah namanya menjadi MotoGP. Setelah tahun 2003 tidak ada lagi mesin 2 tak yang turun di kelas MotoGP  kecuali untuk kelas 125cc dan 250cc yang secara khusus masih menggunakan mesin 2 tak.

Balapan MotoGP saat ini diselenggarakan sebanyak 18 seri pada setiap musimnya. Balapan biasanya digelar setiap akhir pekan dengan beberapa tahapan, yaitu sesi latihan bebas dan latihan resmi pertama, kemudian dilakukan latihan resmi kedua dan QTT (Qualifying Time Trial) di mana para pembalap harus membuat catatan waktu terbaik untuk menentukan posisi start mereka. Pemilik waktu terbaik berhak start di grid (baris posisi start) pertama yang diisi tiga pembalap setiap barisnya dihari balapan. Setiap seri balapan diikuti oleh sekitar 20 pembalap. Pembalap berlomba sepanjang jumlah putaran yang ditentukan tanpa masuk pit untuk mengganti ban atau mengisi bahan bakar. Balapan akan diulang jika terjadi kecelakaan fatal di awal balapan tanpa mengubah susunan grid sesuai hasil kualifikasi. Pembalap boleh masuk pit hanya untuk mengganti motor karena hujan saat balapan.

Well, itu tadi sedikit sejarah dan penjelasan singkat dari beberapa sumber yang aku baca di internet.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar