Selasa, 05 Mei 2015

Jangan salahkan kucing kalau kamu tidak bisa hamil atau kena toxo

Kucing adalah hewan menggemaskan yang sering dikait-kaitkan menjadi penyebab utama penyakit Toxoplasmosis. Bahkan seperti dua hal yang tidak bisa dipisahkan bila mendengar kata toxo, banyak orang yang langsung tertuju pada hewan lucu satu ini. Doktrin itulah yang pada akhirnya menyebabkan kucing sering kali dijadikan kambing hitam penyebab munculnya penyakit toxo pada manusia. Padahal
jelas-jelas mereka kucing kok disebut kambing hitam (hihihi...Nyengir ala kuda).

Netizen yang sering berlencar di dunia maya pasti mengerti betul bahwa bukan hal yang sulit untuk mencari sebuah artikel tentang toxo. Dengan cukup menuliskan keyword "toxo" maka ribuan artikel akan muncul persekian detik dilayar. Tapi tidak banyak yang tahu bahwa hewan seperti burung, ikan, kelinci, hamster, tikus, kambing, sapi, babi, ayam dan anjing juga sangat mungkin menularkan toxo. 

Toxo juga tidak bisa dipisahkan kaitannya dengan wanita yang sedang menjalani kehamilan atau baru akan merencanakan kehamilan. Tidak sedikit pula artikel yang menyebutkan bahwa toxo menyebabkan keguguran bahkan kematian. Tapi tahukah anda tidak hanya wanita, laki-laki pun bisa tertular, semua kalangan usia baik tua maupun muda. 

Toxo yang diderita seorang ibu hamil memang berbahaya. Ibu hamil yang memiliki toxoplasma bisa menularkan pada janin yang dikandung melalui placenta bayi. Penularan ini disebut penularan secara congenital. Tetapi penyakit ini sangat bisa disembuhkan dengan pengobatan medis serta pencegahan sedari dini.

Banyak orang awam yang biasanya menelan informasi tentang toxo secara sepihak dan mentah-mentah. Seperti menelan biji salak sebesar jempol kaki yang pasti rasanya menjepit teramat sakit dikerongkongan (don't ever try this at home). Selain membuat takut, was-was, panik, mereka bahkan bisa jadi antipati terhadap hewan. Yang sering kali jelas terbukti adalah paling mudah melemparkan kesalahan pada si mahluk imut berkumis tak berdosa yang tak tahu apa-apa itu (puk puk puk para meong). Artikel-artikel kesehatan yang banyak beredar dan dibuat oleh orang-orang yang harusnya lebih paham tentang kesehatan pun lebih banyak menyudutkan kucing sebagi penyebab utama dan membuat para pembacanya ketakutan berat.


Viru...virus...virus dan virus selalu.

Tidak sedikit mereka yang mengaku penyayang hewan sekalipun mengungkapkan bahwa toxo adalah virus yang berbahaya. Ah, tidak! lebih tepatnya mereka hanya pecinta hewan. Karena jika mereka penyayang hewan sejati mereka seharusnya paham betul apa itu toxo dan menjaga kesehatan hewan peliharaan. Karena sejatinya kesehatan hewan adalah prioritas utama yang sama artinya dengan menjaga kesehatan dirinya sendiri.

Toxo bukanlah virus yang menakutkan seperti orang-orang "katanya" yakini. Bahkan aku sendiri hampir tertawa terpingkal-pingkal mendengar seseorang berbicara dengan yakin "katanya" toxo itu adalah virus yang harus dilemahkan terlebih dulu lalu di obati. Ini lawakan paling kocak sepanjang saya tahu sebagai penyayang hewan terutama kucing dan anjing. Yakin kok sama "katanya" yakin mah sama Tuhan mbak-mas #ehhh.

Back to the topic.

Toxo plasmosis adalah penyakit yang diakibatkan karena adanya parasit Toxoplasma Gondii yang masuk kedalam tubuh manusia. Namanya parasit tentu sifatnya hanya menempel. Penyakit tersebut tergolong unik karena bisa terjadi pada manusia dan hewan. Artinya hewan dan manusia bisa sama-sama tertular. Namun Hewan tidak sepenuhnya bertanggung jawab penuh terhadap hal ini. Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya kemungkinan terjangkiti parasit ini tidak hanya disebabkan kucing saja. Ada tiga cara penularan toxo yang terjadi.

Cara Penularan Pertama :

Cara pertama merupakan penularan terbanyak yang sering terjadi yaitu manusia memakan daging yang mengandung toxoplasma hidup.  Artinya manusia tertular toxoplasma akibat memakan daging mentah atau daging setengah matang atau daging yang tidak dimasak dengan sempurna, dimana daging tersebut mengandung Toxoplasma. Untuk mencegah hal ini maka masaklah daging dengan sempurna, minimal dengan suhu 70 derajat celcius.

Cara Penularan Kedua : 

Cara penularan kedua adalah manusia tidak sengaja menelan/memakan telur toxoplasma. Hal ini dapat terjadi bila manusia memakan buah-buahan atau sayuran TANPA DICUCI dengan bersih, yang lagi-lagi buah atau sayuran tersebut menempel telur toxoplasma (biasa disebut kista toxoplasma).  Sama hal nya setelah berkebun lalu tidak mencuci tangan dengan bersih kemudian memakan sesuatu. Padahal ditangannya menempel telur/kista toxoplasma dan toxoplasma tersebut menempel di makanan yang dipegangnya. Penularan seperti ini peluangnya memang relatif kecil, namun tidak boleh diabaikan. Sebagai pencegahan tentu saja dengan membiasakan diri mencuci bersih buah dan sayuran sebelum dimakan. Kemudian setelah berkebun, jangan lupa mencuci tangan dengan bersih.

Cara Penularan ketiga :

Cara penularan ketiga adalah melalui transplantasi organ tubuh manusia. Hal ini bisa terjadi bila organ tubuh yang ditransplantasi terinfeksi parasit toxoplasma dalam keadaan hidup. Namun sangat jarang (bahkan hampir tidak pernah terjadi) penularan seperti ini, karena pada umumnya organ tubuh tersebut pasti sudah melalui serangkaian proses pemeriksaan yang seksama secara medis. Walaupun peluangnya kecil sekali, tetap saja ini tidak boleh diabaikan.


Jika anda memang pemilik hewan peliharaan dirumah saat ini, tidak perlu hawatir berlebihan apalagi sampai membuang mereka jauh-jauh dari hidup anda. Karena hal itu tidak akan menjamin anda sama sekali tidak akan terkena toxo. Dan saya sih yakin satu hal bahwa yang jelas yang akan anda dapatkan adalah dosa karena menelantarkan mahluk bernyawa yang tak berdosa (no offense). Gejala penyakit ini memang termasuk ringan atau bahkan tidak menunjukan gejala sama sekali karena itu bisa jadi luput dari pengamatan secara medis. Namun kecil kemungkinan seseorang yang pernah terjangkiti toxo akan mengalaminya kembali. Hal ini sangat erat kaitannya dengan imunitas tubuh dan kekebalan yang terbentuk justru karena sering berinteraksi dengan hewan peliharaan.

Cara terbaik tentu saja dengan mencegah sedini mungkin hal-hal yang dapat memungkinkan penyakit ini timbul. Paling utama adalah mengolah makanan anda dengan baik dan benar. Menjaga kebersihan lingkungan rumah dan diri sendiri. Memperhatikan kebersihan dan kesehatan hewan secara rutin. Serta ada baiknya sekali memeriksakan diri ke dokter sebelum anda memutuskan untuk hamil. Jika memang sudah terlanjur terdeteksi toxo, segerakan berkonsultasi dan menjalani pengobatan sampai tuntas sesuai anjuran dokter.

Jika toxo memang penyakit mematikan dan super berbahaya lalu apa kabarnya mereka yang memilih profesi sebagai dokter hewan atau mereka yang bekerja dan mengharuskan berinteraksi langsung dengan hewan setiap waktu bahkan tidur satu kandang (pengasuh hewan kebun binatang). Tentu banyak sekali bahkan ratusan juta manusia didunia ini yang berada diposisi seperti itu tetap sehat dan bisa memiliki keturunan.  So, kalau sudah begitu tidak ada alasan bukan untuk mengenyahkan mereka dari kehidupan anda jauh-jauh.


Pets is a lifetime commitment (Tiara Aninditha)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar