"Aku cinta kucing karena aku cinta rumahku. Dan setelah sekian lama kucing menjadi roh yang kasatmata di dalam rumah"
JEAN COCTEU (55), Chicken Soup For The Soul - Pelajaran Dari Kucingku
"Kucing bisa dipastikan akan mendengkur ketika ia senang, dan itu lebih dari yang bisa diungkapkan manusia"
WLLIAM RALF INGE (38), Chicken Soup For The Soul - Pelajaran Dari Kucingku
Kucing adalah mahluk menggemaskan dengan segudang tingkah lucu yang tidak ada habisnya. Mereka selalu punya cara untuk membuat kita tertawa dan takjub dengan apa yang mereka lakukan. Bahkan ketika mereka hanya tidur dan
mendengkur. Aku bisa dengan mudah tergila-gila seperti fans remaja yang sedang menggilai aktor atau aktris hallyu starsnya. Kucing bukan sekedar hewan peliharaan bagiku. Mereka lebih seperti kawan yang memberi cinta dengan cara unik setiap waktu. Mahluk yang satu ini selalu punya cara memberiku energi bahagia saat aku ada disekitarnya. Selain penurut, mereka juga pintar dan bisa dilatih sebetulnya.
mendengkur. Aku bisa dengan mudah tergila-gila seperti fans remaja yang sedang menggilai aktor atau aktris hallyu starsnya. Kucing bukan sekedar hewan peliharaan bagiku. Mereka lebih seperti kawan yang memberi cinta dengan cara unik setiap waktu. Mahluk yang satu ini selalu punya cara memberiku energi bahagia saat aku ada disekitarnya. Selain penurut, mereka juga pintar dan bisa dilatih sebetulnya.
Sayang tidak semua orang bisa menerima keberadaan mereka dengan terbuka. Banyak tingkah mereka yang dianggap menyebalkan dan mengganggu. Sebagai penyayang hewan tentu aku tidak sependapat. Ah, tepatnya mana pernah aku sepakat, tingkah mereka yang "katanya" menyebalkan itu justru cara berbeda mengajariku lebih sabar dalam menyikapi sesuatu yang kurang menyenangkan. Seperti itukah? tentu saja kalau kita mau melihat dan menilai dari sisi positif.
Salah satu tabiat kucing yang sering dikatakan menyebalkan adalah kencing disembarang sudut rumah. Biasanya mereka mencari tempat yang kurang terjangkau kebersihannya seperti disudut-sudut lemari atau meja. Kebanyakan manusia akan menyalahkan mereka dengan memarahi, menghukum, memukul bahkan menyiksa. Ah, apa untungnya sih? yang ada kalian tampak seperti orang gila. Meracau sendiri nggak jelas. Seandainya mereka bisa bicara, sudah pasti mereka akan membalas "apa seh? berisik banget. Masalah gue?". Percayalah kalau mau berpikir positif sebetulnya itu cara sederhana untuk mengatakan "hey manusia, tempat ini kotor sekali". Kalau sudah begitu, barang tentu kita harus membersihkannya bukan. dulu mungkin kita berpikir sudut itu toh tidak terlalu diperhatikan orang lain. Tapi setelah tragedi itu terjadi rumah pun menjadi lebih terawat. Dan tempat-tempat tadi jadi lebih diwaspadai supaya hal sama tidak terulang disana. Cerdik bukan? itulah hebatnya kucing (menurutku sih ya ;-p)
Memelihara kucing bukan sekedar kegemaran bagiku. Layaknya kebutuhan hidup yang harus dipenuhi, mereka adalah bagian dari keluarga yang tidak boleh dipisahkan dari tempat yang disebut "rumah". Aku sekeluarga sudah memelihara hewan yang satu ini sejak lama sekali. Jadi bukan hal aneh lagi ketika mereka mendapat perlakuan yang khusus atau lebih special dari manusia-manusia yang merawatnya.
Aku sendiri mengenal istilah-istilah dalam dunia perkucingan setelah mengenal beberapa kawan dan mengambil seekor kucing cantik yang sedang hamil besar melalui seorang kawan di media sosial. Saat itu istilahnya adalah Adopsi. Adopsi adalah kata yang digunakan saat seseorang memelihara kucing dengan cara memungutnya dari jalanan atau mengambil dari orang lain yang memang mengadopsikan hewan tanpa biaya apapun alias free. Sedangkan membeli bukan bagian dari adopsi. Jadi sebetulnya sudah sejak lama aku terbiasa dengan cara seperti ini. Semua kucing yang aku adopsi berasal dari jalanan, kucing-kucing yang terlantar atau yang awalnya hanya sesekali datang kerumah lalu terbiasa tidur dan makan dirumah sampai akirnya menjadi penghuni tetap di rumah.
Opput, kucing adopsi pertamaku
Hal kedua yang aku tahu adalah tentang medis kedokteran hewan. Dulu, kucing rumah yang sakit hanya ditangani secara tradisional dan diberikan pengobatan semampunya. Saat itu aku pikir dokter hewan hanya bekerja ditempat penampungan hewan, kebun binatang atau badan yang bernaung dibawah pengawasan pemerintah saja. Bayangan dokter hewan selalu terlintas eksklusif dipikiranku. Selain karena tarifnya yang tinggi, membawa kucing berobat ke dokter hewan adalah hal yang dianggap tak biasa bagiku dan keluargaku. Tidak pernah terpikirkan kalau ternyata dunia kedoteran hewan cukup populer untuk urusan hewan rumahan biasa bahkan untuk hewan seperti hamster dan ikan. Lucu memang setelah tahu dan cukup merasa bodoh sekali waktu.
Kucing yang kami pelihara rata-rata memang kucing lokal atau biasa di sebut kucing kampung. Mereka beranak pinak dan beregenerasi dengan alamiah. Jadi jangan heran kalau aku bahkan masih hafal silsilah keturunan kucingku yang pertama hingga aku mengenal istilah steril pada kucing-kucingku saat ini.
Apa sih gunanya steril?
Apa sih gunanya steril?
Masih jelas diingatan aku juga satu dari sekian orang yang sependapat bahwa tidak masuk akal menghentikan sesuatu yang memang sudah ditakdirkan oleh Tuhan. Bahkan aku juga berpikir bahwa itu menentang hukum alam. Menentang hukum alam sama dengan menentang Tuhan yang artinya kita sedang menunjukan kekurang ajaran atas belas kasih Tuhan untuk hidup paling sempurna yang sudah diberikan (dramatis bener). Tapi lambat laun aku sadar dan mulai mengenal banyak hal. Aku mulai membaca banyak yang selama ini aku tidak tahu. Mulai mencari dan bertanya. Mulai dihinggapi keingintahuan yang hebat dan semua muncul dipikiranku tiba-tiba begitu saja karena penasaran yang tak terbendung.
Apa sih gunanya steril? kalau tidak siap memelihara kucing betina, ya sudah pelihara yang jantan saja supaya tidak beranak. Lalu akan dikemanakan si betina dan anak-anak itu? dibuang ke pasar? dimasukan karung lalu dibuang ke sungai? dan siapa pula yang sudah membuat si betina-betina itu beranak? tentu si jantan juga. Aaaarrrrggghhhhh, tiba dipemikiran itu aku serasa menjadi manusia yang paling jahat dengan pikirannya saja. Argumenku terbantahkan sudah. Ya, itu memang hukum alam. Garis takdir bahwa mahluk yang beregenerasi akan kawin, berkembang biak dan membuahkan keturunan. Tapi ketika sudah berlebihan tentu saja semua hal yang berlebihan adalah sesuatu yang tidak baik. Bayangkan jika itu menimpa manusia? tegakah melenyapkan nyawa yang tidak berdosa? yang tidak pernah minta dilahirkan ke dunia ini? banyak sekali tentu pertanyaan semacam itu yang ingin aku ungkapkan.
Hewan adalah mahluk mandiri yang tidak bisa menghasilkan materi. Ia hidup mengandalkan insting dan nalurinya. Hidupnya bisa dipastikan 100% bergantung pada alam dan kita, rantai hidup paling tinggi diantara mahluk lain. Sedangkan seisi alam hampir dikuasai oleh manusia saat ini. Mereka tidak punya tempat nyaman lagi untuk hidup bebas sesuai naluri alamiahnya. Untuk bertahan hidup dari makan pun mereka harus mengais sampah disekitar. Lagi-lagi itu pun harus berebut dengan manusia. Alam yang seharusnya menjadi tempat berlindung kini menjadi tempat yang paling berbahaya dan menakutkan.
Pyometra...
Pyometra...
Kalau manusia saja boleh dibatasi kelahirannya, kenapa hewan tidak boleh. Itulah sepenggal kalimat sederhana yang diungkapkan seorang kawan padaku. Baiklah, karena manusia bisa KB tentu kucing juga bisa di KB, tandasku. Jelas itu salah, KB adalah bentuk lain pembunuhan yang kejam, perlahan dan menyakitka balasnya. Kenapa? KB untuk hewan tidak ada dalam dunia kedokteran hewan. KB yang sering digunakan adalah obat untuk manusia yang sebetulnya memiliki efek jagka panjang yang tidak baik bagi manusia itu sendri. Kalau digunakan untuk kucing atau anjing yang jelas berbeda daya tahan tubuhnya dari manusia, apa coba dampak paling buruk yang akan terjadi pada si kucing atau anjing? lihat saja gambar dibawah ini.
Ini adalah gambar uterus dari seekor anjing betina yang diambil oleh dokter Karina disebuah klinik hewan di semarang, Chrystal klinik beberapa waktu lama. Gambar diatas aku ambil dari laman facebook seorang kawan yang juga penyayang anjing dan kucing. Gambar ini menunjukan dampak yang diakibatkan dari suntik KB untuk mencegah kehamilan pada hewan. Suntik KB manusia yang dimasukan kedalam tubuh hewan mungkin memang bisa mencegah kehamilam. Tapi obat yang memang tidak diperuntukan bagi hewan jelas akibatnya sangat membahayakan. Penyakit ini disebut Pyometra.
Pyometra berasal dari bahasa latin Pyo yg berarti nanah
dan metra yg artinya uterus. Pyometra adalah uterus yg membengkak,
terinfeksi dan berisi nanah. Racun-racun dan bakteri menembus dinding
uterus menuju ke aliran darah dan menyebabkan efek-efek keracunan yang dapat mengancam nyawa hewan itu sendiri.
Tentu bisa dibayangkan apa yang dirasakan anjing itu selama ini? sakit? menderita? tersiksa? tapi kita tidak pernah tahu perasaan yang mereka rasakan sesungguhnya. Jelas sekali karena mereka tidak bisa mengatakannya. Mereka hanya diam menahan sakit tak berdaya. Lalu siapa yang salah kalau sudah begitu? kejam? kalau boleh aku katakan ini perlakuan paling kejam yang pernah manusia lakukan terhadap hewan. Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mencegah kehamilan pada hewan? satu-satunya cara adalah Steril.
steril...
Steril pada anjing atau kucing betina adalah operasi pengangkatan organ reproduksi (ovarium, saluran telur, rahim). Sedangkan steril pada jantan berarti mengangkat testisnya. Yang lucu adalah ketika banyak orang mengira steril pada jantan adalah dengan memotong kelaminnya. Pengen ngakak nggak seh? sangat dimaklum sebetulnya karena aku sendiri pertama mendengar sebutan steril untuk jantan adalah sunat. Bahkan jadi ikut-ikutan sampai sekarang. Tapi semua itu karena kedekatan pemilik dan hewan yang lebih menganggap mereka seperti anak sendiri. Hanya bedanya kucing atau anjing ini adalah anak berkaki empat yang punya ekor dan berbulu sekujur tubuhnya. Sehingga kata-kata seperti itu bukan hal aneh lagi didengar dikalangan cat atau dog lover khususnya.
Tujuan utama steril adalah mencegah hewan berkembang biak dan mengurangi over populasi hewan liar yang tak terkendali. Steril juga memberikan banyak manfaat kesehatan untuk hewan peliharaan dan juga mengurangi masalah perilaku tertentu yang tidak di inginkan seperti kencing sembarangan. Lho jadi mandul donk? nanti mereka ga bisa kawin? terus populasinya habis? habis ndasmu (uupppsss), di negara maju seperti Amerika saja yang sudah digalakan steril hampir lebih dari 30 tahun saja populasi kucing & anjing liar masih membludak.
Sebetulnya kalau sedang waras aku lebih suka membalas dengan candaan "lhooo mereka kan kawin diluar pernikahan sah. Kasian toh kalau betinanya ngelahirin anak haram banyak. Kucing kan sekali lahiran nggak satu. Sudah gitu nggak ada bidan yang bantuin juga. Dan si betina harus ngurus anak-anaknya sendiri nantinya. Kasian kan." tapi kalau yang didebat agak ndableg sih biasanya aku balas "terus mbok arep koe pakani kabeh iku kucing liar diluar sana? siap nampung ta sakomahmu nek kucing-kucing iku kudanan atau butuh tempat gaek turu? wong ndlosor nang teras ngarep omah mu ae diusir karo mamak mu?" (maaf translate tidak tersedia silahkan searching di mbah google karena marah-marah dengan bahasa daerah itu lebih keren dari pada bahasa asing...hehe)
Maanfaat steril bagi hewan, pemilik dan lingkungan...
Sekali lagi aku kasih tahu ya, steril itu memberi banyak manfaat positif baik bagi hewan maupun pemiliknya. Steril atau kebiri membantu hewan peliharaan hidup lebih lama dan lebih sehat. kenapa? sudah banyak penilitian membuktikan usia hewan yang disteril lebih panjang dari hewan yang tidak disteril.
Omma Candy, 11 tahun-an. Saat steril usianya sekitar 8 tahun. Mengalami pyometra parah dan pecah saat dokter mengangkat rahimnya. Bahkan dokter yang bertugas sampai harus mandi dua kali saking kuat bau nanah yang keluar dan menciprati tubuh dokter. Kalu nggak disteril candy belum tentu masih ada hari ini. (photo credit : karimah)
Opa Bebe, 10 tahun. Saat steril usianya sekitar 7 tahun. Opa masih sehat hingga hari ini. Masih tetap lincah, ganteng, kalem, kekar dan berwibawa (hihihi).
Steril atau kebiri dapat mengurangi masalah kesehatan yang lebih sulit dan mahal. Contoh sederhana, saat kucing birahi banyak dari beberapa kucing selain jelas mengeluarkan lengkingan nyanyian yang cukup merdu berhari-hari, beberapa diantara mereka ada yang sampai kehilangan nafsu makan bahkan tidak sedikit yang mengalami kerontokan bulu yang parah. Nggak lucu kan kalau kucingmu tiba-tiba botak? kecuali kucingmu kucing spinx...hahaha. Jelas sekali semua itu pengaruh dari hormon. Kucing akan menjadi kurus parahnya kemudian kucing justru bisa saja sakit. Tapi setelah steril kucing tidak akan terganggu dengan siklus hormonal nya. Kucing atau anjing yang disteril secara fisik lebih sehat dan pembawaannya lebih tenang apalagi jika steril dilakukan sebelum si kucing sempat birahi pertama (sekitar usia 6-8 bulan).
Choki, 3,5 tahun. Saat steril usianya menginjak 8 bulan. Berat badannya hanya 2,2 kg. Sekarang beratnya 4 kg lebih, sehat, lincah dan coolllll ^_^
Steril juga dapat mengurangi gejala kanker saluran kemih dan ovarium. Kenapa? semua karena diakibatkan seringnya proses kelahiran yang dialami kucing betina. Dalam setahun kucing atau anjing bisa melahirkan hingga 3x. Pernah lihat kucing yang kelaminnya hampir bobol karena turun peranakannya? percayalah jangan sampai melihat karena cukup membayangkannya saja tak terkira ngerinya, dan kasus seperti itu banyak terjadi pada kucing betina liar yang sering melahirkan. Pada hewan jantan kebiri akan mencegah kanker testis dan mengurangi insiden penyakit prostat. Kok bisa? jangankan kanker, kucing anemia saja bisa kok. Kenapa? ya karena mereka juga mahluk hidup yang punya kemungkinan sama terkena penyakit seperti manusia.
steril...
Steril pada anjing atau kucing betina adalah operasi pengangkatan organ reproduksi (ovarium, saluran telur, rahim). Sedangkan steril pada jantan berarti mengangkat testisnya. Yang lucu adalah ketika banyak orang mengira steril pada jantan adalah dengan memotong kelaminnya. Pengen ngakak nggak seh? sangat dimaklum sebetulnya karena aku sendiri pertama mendengar sebutan steril untuk jantan adalah sunat. Bahkan jadi ikut-ikutan sampai sekarang. Tapi semua itu karena kedekatan pemilik dan hewan yang lebih menganggap mereka seperti anak sendiri. Hanya bedanya kucing atau anjing ini adalah anak berkaki empat yang punya ekor dan berbulu sekujur tubuhnya. Sehingga kata-kata seperti itu bukan hal aneh lagi didengar dikalangan cat atau dog lover khususnya.
Tujuan utama steril adalah mencegah hewan berkembang biak dan mengurangi over populasi hewan liar yang tak terkendali. Steril juga memberikan banyak manfaat kesehatan untuk hewan peliharaan dan juga mengurangi masalah perilaku tertentu yang tidak di inginkan seperti kencing sembarangan. Lho jadi mandul donk? nanti mereka ga bisa kawin? terus populasinya habis? habis ndasmu (uupppsss), di negara maju seperti Amerika saja yang sudah digalakan steril hampir lebih dari 30 tahun saja populasi kucing & anjing liar masih membludak.
Sebetulnya kalau sedang waras aku lebih suka membalas dengan candaan "lhooo mereka kan kawin diluar pernikahan sah. Kasian toh kalau betinanya ngelahirin anak haram banyak. Kucing kan sekali lahiran nggak satu. Sudah gitu nggak ada bidan yang bantuin juga. Dan si betina harus ngurus anak-anaknya sendiri nantinya. Kasian kan." tapi kalau yang didebat agak ndableg sih biasanya aku balas "terus mbok arep koe pakani kabeh iku kucing liar diluar sana? siap nampung ta sakomahmu nek kucing-kucing iku kudanan atau butuh tempat gaek turu? wong ndlosor nang teras ngarep omah mu ae diusir karo mamak mu?" (maaf translate tidak tersedia silahkan searching di mbah google karena marah-marah dengan bahasa daerah itu lebih keren dari pada bahasa asing...hehe)
Maanfaat steril bagi hewan, pemilik dan lingkungan...
Sekali lagi aku kasih tahu ya, steril itu memberi banyak manfaat positif baik bagi hewan maupun pemiliknya. Steril atau kebiri membantu hewan peliharaan hidup lebih lama dan lebih sehat. kenapa? sudah banyak penilitian membuktikan usia hewan yang disteril lebih panjang dari hewan yang tidak disteril.
Omma Candy, 11 tahun-an. Saat steril usianya sekitar 8 tahun. Mengalami pyometra parah dan pecah saat dokter mengangkat rahimnya. Bahkan dokter yang bertugas sampai harus mandi dua kali saking kuat bau nanah yang keluar dan menciprati tubuh dokter. Kalu nggak disteril candy belum tentu masih ada hari ini. (photo credit : karimah)
Opa Bebe, 10 tahun. Saat steril usianya sekitar 7 tahun. Opa masih sehat hingga hari ini. Masih tetap lincah, ganteng, kalem, kekar dan berwibawa (hihihi).
Steril atau kebiri dapat mengurangi masalah kesehatan yang lebih sulit dan mahal. Contoh sederhana, saat kucing birahi banyak dari beberapa kucing selain jelas mengeluarkan lengkingan nyanyian yang cukup merdu berhari-hari, beberapa diantara mereka ada yang sampai kehilangan nafsu makan bahkan tidak sedikit yang mengalami kerontokan bulu yang parah. Nggak lucu kan kalau kucingmu tiba-tiba botak? kecuali kucingmu kucing spinx...hahaha. Jelas sekali semua itu pengaruh dari hormon. Kucing akan menjadi kurus parahnya kemudian kucing justru bisa saja sakit. Tapi setelah steril kucing tidak akan terganggu dengan siklus hormonal nya. Kucing atau anjing yang disteril secara fisik lebih sehat dan pembawaannya lebih tenang apalagi jika steril dilakukan sebelum si kucing sempat birahi pertama (sekitar usia 6-8 bulan).
Choki, 3,5 tahun. Saat steril usianya menginjak 8 bulan. Berat badannya hanya 2,2 kg. Sekarang beratnya 4 kg lebih, sehat, lincah dan coolllll ^_^
Steril juga dapat mengurangi gejala kanker saluran kemih dan ovarium. Kenapa? semua karena diakibatkan seringnya proses kelahiran yang dialami kucing betina. Dalam setahun kucing atau anjing bisa melahirkan hingga 3x. Pernah lihat kucing yang kelaminnya hampir bobol karena turun peranakannya? percayalah jangan sampai melihat karena cukup membayangkannya saja tak terkira ngerinya, dan kasus seperti itu banyak terjadi pada kucing betina liar yang sering melahirkan. Pada hewan jantan kebiri akan mencegah kanker testis dan mengurangi insiden penyakit prostat. Kok bisa? jangankan kanker, kucing anemia saja bisa kok. Kenapa? ya karena mereka juga mahluk hidup yang punya kemungkinan sama terkena penyakit seperti manusia.
Lalu apa dampaknya bagi lingkungan? Perkawinan hewan yang tidak direncanakan mengakibatkan pertambahan
populasi yang akan sulit dikendalikan. Bayangkan saja kucing atau anjing betina dalam sekali melahirkan bisa 5 sampai 7 ekor. Dikalikan dalam setahun minimal 2x melahirkan artinya akan ada 10-14 ekor bayi yang lahir setahun dari seekor betina saja. Dikalikan 100 lalu kalikan ratusan wilayah di indonesia ini? hitung dan bayangkan sendiri saja oke :-D. Ditambah populasi kelahiran yang memang sengaja dikembang biakan (breeding). Memang tidak semua bertahan hidup sampai dewasa. Disitulah proses seleksi alam terjadi. Ada yang mati karena pertumbuhannya lambat atau kurang mendapat ASI setelah lahir karena sang induk terlanjur birahi, kawin lagi bahkan hamil sebelum usia anak-anaknya bisa disapih (akibat pergaulan bebas #peace). Lebih tragisnya jika anak-anak kucing tersebut dibunuh sang pejantan, tertabrak di jalanan atau dianiaya manusia. hhuufffhhhhh, membayangkannya saja sudah mebuat bergidik.
Dengan steril atau kebiri semua hal tadi dapat diminimalisir dan dicegah. Selain itu karena banyak sekali orang yang membuang kucing atau anak kucing semaunya, pada akhirnya manusia-manusia itu menciptakan nasib buruk pada hewan-hewan yang tak berdosa tersebut. Padahal semua bukan keinginan dan kesalahan kucing-kucing itu. Kita lah, manusia yang membuat kesalahan dengan bersikap acuh dan tidak bertanggung jawab terhadap peliharaannya.
Jangan sekedar suka memelihara....
Jadilah pemilik yang bertanggung jawab, pemilik yang tidak membiarkan hewan peliharaannya untuk beranak-pinak tidak terkendali. Mengingat masalah over populasi di negeri ini bukan saja manusianya. Bahkan masalah ini dianggap masalah yang belum masuk kategori serius dimana pemerintah juga punya kesadaran untuk ikut andil maksimal menanganinya. Padahal hewan juga bagian dari rantai hidup alam ini.
So, ladies and gentlemen, adik, kakak, mas-mas, mba-mba kece penyayang hewan sekalian yang bisa berpikir lebih rasional, berhentilah mengatakan steril itu kejam. Mungkin steril masih terlihat sesuatu yang sangat tidak biasa dilakukan pada seekor hewan. Tapi coba kita bandingkan, apa bedanya dengan tindakan yang dilakukan dokter manusia terhadap pasiennya? semua semata demi kebaikan juga. Tidak mudah bahkan aku sendiri yang sudah berulang-ulang menjalani proses ini tidak khawatir dan panik. Bahkan ketika mereka belum sadar juga dari obat biusnya, Sakitnya tuh disini (ngelus dada). Tapi lalu apakah menjadi pembenaran ketika ada jalan yang bisa ditempuh lebih baik tapi tidak dilakukan dengan alasan tak tega? oh come on beib (ga usah geer) kondisi pasca steril memang agak menghawatirkan terutama untuk betina yang membutuhkan jangka waktu penyembuhan lebih lama. Tapi apalah artinya beberapa hari itu jika dibandingkan dengan penderitaan mereka seumur hidup yang harus menanggung hukum yang lagi -lagi "katanya" ditentukan alam. Kita adalah bagian dari alam dan sudah sepatutnya menjaga keberlangsungan alam ini dengan kepedulian yang serius pada mereka.
Don't you ever think if you spent a lot of time and money just for them (asik...padahal mah dapet translate dari orang). Percayalah Gusti Alloh mboten sare, “Pada setiap sedekah terhadap mahluk yang memiliki hati (jantung) yang basah (hidup) akan dapatkan pahala kebaikan. Seorang muslim yang menanam tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang kemudian dimakan oleh burung-burung, manusia, atau binatang, maka baginya sebagai sedekah.” (Bukhori, Muslim).
GO STERILLLLLL!!!!!!!!!!
Dengan steril atau kebiri semua hal tadi dapat diminimalisir dan dicegah. Selain itu karena banyak sekali orang yang membuang kucing atau anak kucing semaunya, pada akhirnya manusia-manusia itu menciptakan nasib buruk pada hewan-hewan yang tak berdosa tersebut. Padahal semua bukan keinginan dan kesalahan kucing-kucing itu. Kita lah, manusia yang membuat kesalahan dengan bersikap acuh dan tidak bertanggung jawab terhadap peliharaannya.
Jangan sekedar suka memelihara....
Jadilah pemilik yang bertanggung jawab, pemilik yang tidak membiarkan hewan peliharaannya untuk beranak-pinak tidak terkendali. Mengingat masalah over populasi di negeri ini bukan saja manusianya. Bahkan masalah ini dianggap masalah yang belum masuk kategori serius dimana pemerintah juga punya kesadaran untuk ikut andil maksimal menanganinya. Padahal hewan juga bagian dari rantai hidup alam ini.
So, ladies and gentlemen, adik, kakak, mas-mas, mba-mba kece penyayang hewan sekalian yang bisa berpikir lebih rasional, berhentilah mengatakan steril itu kejam. Mungkin steril masih terlihat sesuatu yang sangat tidak biasa dilakukan pada seekor hewan. Tapi coba kita bandingkan, apa bedanya dengan tindakan yang dilakukan dokter manusia terhadap pasiennya? semua semata demi kebaikan juga. Tidak mudah bahkan aku sendiri yang sudah berulang-ulang menjalani proses ini tidak khawatir dan panik. Bahkan ketika mereka belum sadar juga dari obat biusnya, Sakitnya tuh disini (ngelus dada). Tapi lalu apakah menjadi pembenaran ketika ada jalan yang bisa ditempuh lebih baik tapi tidak dilakukan dengan alasan tak tega? oh come on beib (ga usah geer) kondisi pasca steril memang agak menghawatirkan terutama untuk betina yang membutuhkan jangka waktu penyembuhan lebih lama. Tapi apalah artinya beberapa hari itu jika dibandingkan dengan penderitaan mereka seumur hidup yang harus menanggung hukum yang lagi -lagi "katanya" ditentukan alam. Kita adalah bagian dari alam dan sudah sepatutnya menjaga keberlangsungan alam ini dengan kepedulian yang serius pada mereka.
Don't you ever think if you spent a lot of time and money just for them (asik...padahal mah dapet translate dari orang). Percayalah Gusti Alloh mboten sare, “Pada setiap sedekah terhadap mahluk yang memiliki hati (jantung) yang basah (hidup) akan dapatkan pahala kebaikan. Seorang muslim yang menanam tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang kemudian dimakan oleh burung-burung, manusia, atau binatang, maka baginya sebagai sedekah.” (Bukhori, Muslim).
GO STERILLLLLL!!!!!!!!!!






Biaya sterilnya berapa? Dan perawatan pasca sterilnya gimana ya kak?
BalasHapusBerapa biayanya kak?
BalasHapusUntuk klinik hewan standar 400-700 untuk kucing. Kalau mau lebih murah biasanya dipuskeswan lebih terjangkau sekitar 200-300. Anjing bisa lebih mahal lagi. Kalau perawatan pasca steril mudah untuk jantan. Kalau untuk betina lebih bagusnya dikandangin untuk mencegah kegiatan yg terlalu aktif yg bisa mengakibatnya jahitannya lepas. Masa kritisnya seh ada di hari ke2&3 pasca steril biasanya pola makannya masih kurang jadi bisa disuapin. Untuk hari pertama dibiarkan makan&minum sendiri dikandang.
Hapusterimakasih sudah mampir membaca ^^
Mantap Gan!
BalasHapusHahahaaa memang banyak orang beragama tapi dengan BODOH.
Terimakasih sudah mampir membaca ^^
Hapuslovely, hari ini saya mensteril kucing lokal yang setahunlalu saya bawa pulang karena terluka. keren tulisannya...
BalasHapusWahhh senangnya, sehat selalu ya nda sekeluarga dan kucingnya juga tentunya makin sehat dan lincah. Terima kasih sudah mampir membaca ^^
Hapus