Senin, 08 Juni 2015

Cuties Cats Cafe, (menuntaskan penasaran bersama para meong part 1)

Dari namanya saja sudah jelas menggambarkan apa yang menjadi objek penting dan menarik perhatian dari cafe ini. Ya, kucing. Konsep cafe yang terkenal awal mula di jepang dan korea ini sekarang ada di indonesia. Tepatnya di jakarta. Ketika mendengar pertama kalinya cafe kucing muncul di indonesia, sebagai penyayang hewan terutama kucing jelas aku dibuat penasaran ingin kesana. Sebetulnya sudah ada dua cafe kucing yang dibuka saat ini di jakarta tapi kali ini aku share lebih dulu cafe yang lebih awal diresmikan.




Cafe pertama ini diberi nama Cuties Cats Cafe dan beralamat di Jl. Kemang 1 No.12f, Kemang, Jakarta. Cafe ini terletak di lantai atas
sebuah ruko dimana lantai dasar ruko digunakan sebagi butik tas dengan nama Sparkling Society. Agak cukup sulit untuk menemukan tempat ini pertama kalinya bagiku. Mengingat aku belum pernah ke kawasan ini sebelumnya jika berkunjung ke jakarta.

Pintu masuk Cuties Cats Cafe berada di samping butik. Pengunjung dapat masuk berjalan menelusuri lorong dan menaiki dua tangga untuk sampai ke atas. Sepanjang lorong dan tangga dinding-dindingnya dihiasi dengan ornamen-ornamen lukisan dan gambar-gambar kucing yang cukup menarik.

Sampai di lantai atas pertama kalinya, aku langsung menemukan bangku antrian dengan rak berisi sandal ganti di sebelahnya. Lalu di depannya terdapat mini bar yang ditata cantik dengan etalase berisi kue-kue serta papan bertuliskan menu cafe lebih detail lengkap beserta harga dan juga aturan berkunjung ke cafe ini di bagian atasnya. 

Waitress yang bertugas pun langsung menyapa dan menanyakan apakah aku sudah membuat reservasi atau tidak sebelumnya. Hmmm, mungkin karena kemarin itu hari minggu pengunjung memang lebih banyak dibanding hari-hari biasanya. Sehingga jika ingin datang ada baiknya menelpon dan membuat reservasi lebih dulu supaya antrian di cafe tidak ramai dan sesak. Mengingat ruangan di cafe ini  memang tidak terlau besar seperti cafe umum biasanya. Beruntungnya aku datang cukup pagi tak lama dari jam cafe dibuka. Jadi tak perlu ikut antrian untuk bisa masuk.

Cafe yang mengusung konsep menarik ini memang tidak seperti kebanyakan cafe pada umumnya. Cafe ini dibuat menyerupai ruangan santai keluarga dengan tempat duduk yang terbatas juga dengan pengunjung yang memang dibatasi setiap jamnya. Per-jam-nya pengunjung cafe ini dikenai charge sebesar Rp.50.000 (weekday) atau Rp.82.000 (weekend) untuk jam pertama dan Rp.35.000 untuk jam selanjutnya. Cafe ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 s/d 21.00. Artinya dijam terakhir pengunjung harus datang satu jam sebelum cafe ditutup.


Ada beberapa aturan yang harus dipatuhi para pengunjung cafe ini. Setelah membayar diawal, pengunjung diharuskan mengganti alas kaki dengan sandal yang sudah tersedia dirak. Pengunjung juga harus membersihkan tangan terlebih dahulu menggunakan handsanitizer yang disediakan di atas rak. Di dalam ruangan pengunjung boleh bermain dengan kucing-kucing menggunakan permainan yang ada dengan ketentuan jika si kucing sedang tidur/makan pengunjung tidak boleh mengganggu atau memaksa kucing untuk bermain apalagi mengangkat kucing dengan kasar. Jika ingin berphoto flash kamera harus dalam keadaan mati dan tidak boleh memberi makan kucing dengan makanan selain yang memang khusus disediakan untuk mereka di cafe. Tapi jangankan berphoto, aku sendiri lebih memilih menggoda setiap kucing yang ada sambil bertanya pada waitress yang bertugas menjaga di dalam tentang si kucing setiap kali. Jadinya saat menulis cerita ini beberapa photo memang aku pinjam dari artikel lain untuk melengkapi informasinya(hihihi). 

Seperti yang sudah sedikit dijelaskan diawal, ruangan cafe ini konsepnya memang dibuat senyaman mungkin seperti ruang keluarga. Seluruh ruangan dialasi karpet sehingga pengunjung bebas duduk dimana saja mengikuti si kucing. Kursi pengunjung dibuat rendah dan hanya tersedia 4 kursi beserta meja dengan desain tempat gelas menjorok kedalam tidak sejajar dengan meja. Desain ini sengaja dibuat khusus untuk menjaga gelas supaya tidak mudah terjatuh saat diletakan diatasnya.




Dibagian sudut ruangan lain cafe dibuat area bermain atau istirahat serta tempat litter box lengkap dengan furnitur khusus bagi kucing-kucing tersebut. Melihat sekilas saja pengunjung akan langsung suka dan barangkali bisa dijadikan referensi bagi pemilik kucing dirumah yang memilik banyak kucing dan membutuh dekorasi cantik untuk dijadikan ruangan bersantai sekaligus pelepas stress bersama hewan kesayangan anda.
 



Cuties Cats Cafe sendiri memiliki 17 ekor kucing yang kebanyakan diantaranya memang berjenis kucing ras. Ada tiga ekor kucing domestik yang salah satunya bernama Pokko. Kucing black solid berjenis kelamin betina ini usianya sudah 7 tahun dan sudah steril. Sayangnya Pokko saat aku berkunjung kemarin sedang dalam keadaan kurang sehat. Pokko sedang sakit mata dan sedikit flue hari itu. Jadinya tidak banyak aktifitas yang dilakukannya dengan pengunjung cafe selain berjalan-jalan sebentar lalu tidur. 



         (yang ini lupa siapa namanya :-D)

Beberapa kucing memang sedang sakit dan berada di klinik dokter hewan saat aku berkunjung kemarin. Tapi tidak perlu hawatir, jika pengunjung ingin mengetahui satu-satu lebih detail tentang kucing-kucing disana, cafe ini menyediakan katalog yang berisi informasi lengkap tentang kucing-kucing tersebut.






Salah satu jenis kucing yang menarik perhatianku saat itu adalah kucing ras bertubuh mungil dengan warna bulu abu putih dan telingan yang pendek. Namanya Usagi, sama seperti tokoh utama film kartun jepang Sailormoon tapi yang ini versi kucing tentunya (hahaha). Usagi adalah anggota kucing termuda Cuties Cats Cafe saat ini. Jenisnya adalah Scottish Fold dan usianya pun belum genap 6 bulan.


Well, satu jam berlalu cepat dan rasanya masih belum puas. Tapi setidaknya rasa penasaranku tuntas kemarin. Lumayanlah pulang juga bawa kotak hadiah dari sponsor cafe berupa sample weltfood untuk anak-anak dirumah. Aku sarankan untuk yang memang ingin berkunjung ke cafe ini sampai puas, sebaiknya berkunjung lah dihari biasa. Selain tidak seramai diakhir pekan, charge yang dikenakan juga lebih murah dibanding dengan charge yang dikenakan diakhir pekan. Lumayan kan selisihnya bisa untuk charge dijam berikutnya. So, selamat berkunjung untuk yang penasaran juga dengan cafe ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar